Selasa, 27 Mei 2014

psikologi josss


Perbedaan Psikologi Pendidikan dan Psikologi Sekolah
            Psikologi sekolah adalah bidang yang menerapkan prinsip-prinsip psikologi klinis dan psikologi pendidikan dengan diagnosa dan pengobatan anak-anak,perilaku remaja dan masalah belajar.Psikologi sekolah dapat melakukan penilaian psikologis dan memberikan bimbingan dan konseling baik untuk anak dan keluarga anak.
            Seringkali psikolog mengkonsultasikan hasil pengungkapannya dengan guru atau orangtua untuk membuat interpretasi. Dalam keadaan gawat ia juga memahami menggunakan hasil diagnosa yang dilakukannya.
Perhatian psikolog sekolah terhadap anak didik bersifat menyeluruh. Tujuannya adalah membantu sekolah dalam menyelesaikan berbagai masalah kesehatan mental yang dihadapi anak didik. Pelaksaan fungsi ini dilengkapi dengan sarana teknologi dan pendekatan psikologik yang lebih maju. Bahkan, psikolog sekolah juga dapat bertugas sebagai interpreter masyarakat untuk memahami sekolah dan sebagai interpreter sekolah untukk memahami hal-hal yang terjadi bila seorang anak didik terlibat urusan dengan lembaga masyarakat di luar sekolah.
            Tujuan psikologi sekolah adalah untuk menerapkan prinsip-prinsip ilmiah belajar dan perilaku untuk memperbaiki sekolah terkait masalah dan untuk memfasilitasi pembelajaran dan pengembangan anak-anak disekolah-sekolah umum.
            Psikologi sekolah berusaha untuk menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik,sosialisasi dan emosi yang bertujuan untuk membentuk mindset anak.
            Psikolog sekolah bertugas untuk membentuk individu yang sehat mental guna tercapainya proses belajar efektif,seperti :high academic achievement,positive social skills and behaviour,healthy relationship and connectedness,tolerance and respect for others competence,self-esteem,and resiliency.
            Tiga fungsi Psikolog sekolah :
1.      Tingkat psikodiagnostik :        -  Wawancara
- Observasi
- Tes
2.      Tingkat klinis dan konseling
3.      Tingkat industri dan organisasi
Psikologi pendidikan adalah cabang psikologi yang mengkhususkan diri pada pemahaman tentang proses belajar dan mengajar dalam lingkungan pendidikan.Psikologi pendidikan berminat pada teori belajar, metode pengajaran, motivasi, kognitif, emosional dan perkembangan moral  serta hubungan orang tua dan anak.
Psikologi pendidikan berguna dalam penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas, pengembangan dan pembaruan kurikulum, ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan, sosialisasi proses dan interaksi proses itu dengan pendayagunaan kognitif dan penyelenggaraan pendidikan keguruan. Psikolog pendidikan biasa bekerja di lingkungan sekolah, perguruan tinggi dan di lingkungan pendidikan anak, terutama bekerja dengan guru dan orang tua. Mereka dapat secara langsung bekerja dengan anak (seperti memeriksa perkembangan dan memberikan konseling) dan secara tidak langsung (dengan orang tua, guru dan profesional lainnya). Karena harus bekerja dengan manusia, psikolog pendidikan harus familiar dengan pendekatan-pendekatan tradisional tentang studi perilaku , humanistik, kognitif dan psikoanalitik. Psikolog pendidikan juga harus mengikuti perkembangan mendadak dari area manajemen kelas dan desain instruksional, pengukuran dan penggunaan gaya dan strategi belajar, penelitian dalam metakognitif, peningkatan aplikasi pendidikan jarak jauh dan perluasan dari pengembangan dan aplikasi teknologi untuk tujuan instruksional.
Psikolog pendidikan kebanyakan bekerja di fakultas-fakultas dalam lingkungan universitas atau institut keguruan atau di lembaga-lembaga penelitian (Balitbang) dan lembaga pendidikan dan latihan (Diklat). Kebanyakan bidang yang mereka kelola adalah psikologi belajar atau pengukuran dan pengembangan tes prestasi. Mereka yang mengajar di institut keguruan, biasa mengkhususkan diri pada matakuliah psikologi dasar seperti psikologi perkembangan, psikologi sosial, dan sebagainya.
Banyak psikolog pendidikan yang terjun di dunia penelitian dan pengembangan. Secara tradisional sumbangan utama mereka adalah mengenai penyusunan tes dan pengembangan metode statistik untuk menganalisis hasil tes dan data reset. Dalam hal ini, psikolog cukup canggih penguasaan metodologinya. Penelitian-penelitian lain yang banyak dipublikasikan adalah topik-topik yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil tes, maupun pelaksanaan tes dan prosedur maupun pelaksanaan teknis pengetesan. Psikolog pendidikan perlu terlibat dalam perencanaan kurikulum dan prosedur mengajar-belajar yang didasari ilmu mengenai belajar dan perlu penelitian-penelitian untuk menguji efektivitas prosedur ini di dalam situasi sekolah.
            Ruang lingkup psikologi pendidikan lebih lebih luas cakupannya dibanding psikologi sekolah,ruang lingkup psikologi pendidikan terdiri atas:
-          Pengembangan kurikulum
-          Pengembangan program pendidikan
-          Sistem pembelajaran
-          Sistem evaluasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar