Rabu, 28 Mei 2014

motivasi dalam pembelajaran


Motivasi
Motivasi adalah proses yang memberi semangat,arah,dan kegigihan perilaku.Artinya,perilaku yang termotovasi adalah perilaku yang penuh energi,terarah dan bertahan lama.
·         Perspektif tentang motivasi
1.      Perspektif Behavioral
Menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid.
Insentif:peristiwa atau stimuli positif atau negatif yang dapat memotivasi perilaku murid,insentif yang dipakai guru di kelas antara lain nilai yang,yang memberikan indikasi tentang kualitas pekerjaan murid,dan tanda bintang atau pujian jika mereka menyelesaikan suatu tugas dengan baik.
2.      Perspektif Humanistis
Menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian,kebebasan untuk memilih nasib mereka.Perspektif ini berkaitan erat  dengan hierarki kebutuhan maslow.Menurut maslow kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan kebutuhan tertinggi hingga terendah,yaitu:
-          Fisiologis :lapar,haus,tidur
-          Keamanan:bertahan hidup,seperti perlindungan dari perang dan kejahatan
-          Cinta dan rasa memiliki:keamanan,kasih sayang,dan perhatian dari orang lain.
-          Harga diri:menghargai diri sendiri
-          Aktualisasi diri :realisasi potensi diri.
3.      Perspektif Kognitif
Menekankan arti penting dari penentuan tujuan,perencanaan,perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan.
Perspektif behavioris memandang motivasi murid sebagai konsekuensi dari insentif eksternal,sedangkan perspektif kognitif  berpendapat bahwa tekanan eksternal seharusnya tidak berlebih-lebihan.
Perspektif kognitif sesuai dengan gagasan R.W.white tentang konsep motivasi kompetensi,yaitu ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif,menguasai dunia mereka,dan memproses informasi secara efisien.
4.      Perspektif Sosial
Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman yang membutuhkan pembentukan,pemeliharaan dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab.kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman,kawan dekat,keterikatan mereka dengan orang tua,dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.
·         Motivasi untuk meraih sesuatu
ΓΌ  Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik
Motivasi Ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan).Misalnya,murid mungkin belajar keras menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang baik. Sedangkan,
Motivasi Intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri.Misalnya,murid mungkin menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang diujikan itu.
Determinasi diri dan pilihan personal,dalam pandangan ini murid percaya bahwa mereka melakukan sesuatu karena kemauan sendiri,bukan karena kesuksesan atau imbalan eksternal.Misalnya,dalam sebuah studi,murid sains di SMA yang diajak untuk mengorganisir sendiri eksperimen mereka akan lebih perhatian dan berninat terhadap praktik laboratorium ketimbang murid yang diharuskan mengikuti instruksi dan aturan guru yang ketat.
Pengalaman optimal itu kebanyakan terjadi ketika orang merasa mampu menguasai dan berkonsentrasi penuh saat melakukan suatu aktivitas.
Imbalan Ekstrinsik dan Motivasi Intrinsik
Imbalan eksternal dapat berguna untuk mengubah perilaku.Akan tetapi,dalam beberapa situasi imbalan atau hadiah dapat melemahkan pembelajaran.Dua kegunaannya adalah sebagai insentif agar mau mengerjakan tugas,dimana tujuannya adalah mengontrol perilaku murid,dan mengandung informasi tentang penguasaan keahlian.

Pergeseran developmental dalam motivasi ekstrinsik dan intrinsik
Dalam sebuah studi riset,penurun motivasi intrinsik terbesar dan peningkatan motivasi ekstrinsik terbesar terjadi diantara grade enam dan tujuh.Dalam studi lain,saat murid naik dari grade enam sampai delapan,makin banyak murid yang mengatakan bahwa sekolah itu membosankan dan tidak relevan.Akan tetapi,dalam studi ini,murid yang termotivasi secara intrinsik berprestasi jauh lebih baik ketimbangan mereka yang termotivasi secara ekstrinsik.
Proses kognitif lainnya
            Empat proses lainnya yang terlibat dalam memotivasi murid untuk belajar,yaitu:
11)      Atribusi
Menyatakan bahwa dalam usaha mereka memahami perilaku atau kinerjanya sendiri,orang-orang termotivasi untuk menemukan sebab-sebab yang mendasarinya.Atribusi adalah sebab-sebab yang dianggap menimbulkan hasil.Dalam satu cara,teoretisi atribusi mengatakan,”Murid adalah seperti ilmuwan intuitif,berusaha menjelaskan sebab-sebab di balik apa yang terjadi”.
            Bernard weiner mengidentifikasi tiga atribut kausal,yaitu:
-          Lokus :Perse[si murid tentang kesuksesan atau kegagalan sebagai akibat dari faktor internal atau eksternal yang memengaruhi harga diri murid.
-          Stabilitas :persepsi murid terhadap stabilitas dari suatu sebab yang memengaruhi ekspektasi kesuksesannya.
-          Daya kontrol : persepsi murid tentang daya kontrol atas suatu sebab berhubungan dengan sejumlah hasil emosional seperti kemarahan,rasa bersalah,rasa kasihan dan malu.
22)      Motivasi untuk menguasai keahlian
Berhubungan erat dengan ide tentang motivasi intrinsik dan atribusi adalah konsep motivasi penguasaan (mastery motivation).Para periset menyebut penguasaan ini sebagai salah satu dari tiga tipe orientasi prestasi:penguasaan,tak berdaya,dan kinerja.
33)      Self efficacy (keyakinan pada diri sendiri)
Keyakinan bahwa seseorang dapatbmenguasai situasi dan memproduksi hasil positif,self efficacy merupakan faktor penting yang memengaruhi prestasi murid.Murid dengan self efficacy rendah mungkin menghindari banyak tugas belajar,khususnya yang menantang dan sulit,sedangkan murid dengan level self efficacy tinggi mau mengerjakan tugas tugas seperti itu.Murid dengan self efficacy tinggi lebih mungkin untuk tekun berusaha menguasai tugas pembelajaran ketimbang murid yang berlevel rendah.
44)      Penentuan tujuan,perencanaan,dan monitoring diri
Para periset telah menemukan bahwa self efficacy dan prestasi akan meningkat jika murid menentukan tujuan jangka pendek yang spesifik dan menantang.Tujuan non spesifik adalah seperti :”Aku ingin sukses.” Tujuan yang lebih konkret dan spesifik adalah seperti :”Aku ingin mendapat ranking satu semester ini”.


           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar